8 Januari

Malam tadi kami bermalam di kebun jagung tidak jauh dari area pengeboran minyak tradisional warga.

Ketika Indonesia merdeka, Belanda meninggalkan lapangan minyak yang masih berproduksi di sebuah desa bernama Wonocolo, Bojonegoro. Oleh pemerintah setempat, penduduk yang biasa bekerja di situ diberi kewenangan untuk meneruskan proses eksploitasi.

Sumur yang mengeluarkan minyak pertama kali tahun 1870, masih mengalirkan emas hitam hingga sekarang. Profesi penambang minyak tradisional pun diturunkan pada anak cucu. Hari ini, jumlah sumur bertambah lebih dari dua kali lipatnya, tapi metode penambangan masih sama dengan 150 tahun yang lalu.

Kami juga sempat singgah di Museumnya dan belajar lebih detil tentang sejarah ekploitasi minyak di daerah ini. Walau kecil, museumnya lumayan lengkap. Bahkan ada fossil Stegodon yang dipamerkan.

Dari Wonocolo, kami keluar dari Bojonegoro untuk menuju Mojokerto dan mengunjungi situs berusia 8 abad di Trowulan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *