9 Januari

Kami tiba di Trowulan semalam menjelang Maghrib dan parkir di halaman Pendopo Agung yang memang diperuntukkan bagi kendaraan besar. Saya dan Teh Aniel sempat jalan-jalan dan ketemu kios sayur yang menjual jagung. Jadi malam itu kami dinner dengan jagung rebus saja karena perut masih cukup kenyang oleh makan di siangnya.

Pagi hari kami numpang mandi di toilet milik pendopo, bahkan minta air untuk mengisi tank air di truk.

Lalu ke Museum Trowulan. Setelah membayar tiket masuk. Kami meminta petugas untuk dibimbing oleh guide. Setelah menunggu sekitar 10 menit, kami dihampiri seorang laki-laki separuh baya. Beliaulah guide kami dan MasyaAllah pengetahuan beliau luar biasa lengkap, baik mengenai isi museum maupun sejarah Majapahit dan para tokohnya. Menurut beliau, lebih dari 90,000 artefak ditemukan di situs ini. Selain jejak masa keemasan, juga jejak interaksi Majapahit dengan bangsa lain; Tiongkok, Arab dan Eropa.
Artefak keagamaan bukan hanya dari Hindu dan Budha, ditemukan juga kompleks makam bernisan Muslim yang sama tuanya dengan artefak lain.

Selesai dari museum kami mengunjungi beberapa situs bangunan yang masih utuh yaitu Candi Tikus dan Gapura Bajang Ratu.



Dari Trowulan, kami ke Surabayaaa.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *