18 Januari

Sejak awal perjalanan di Jawa, Taman Nasional Baluran senantiasa ada dalam ‘check list mental’ kami. Bahwa suatu hari, kami akan memandangi langsung that iconic savana, the deers, the trees… everything. And yet it was far more pretty than any photograph has been taken . Menghirup udaranya, menyentuh tanahnya, merasakan rindang pepohonannya… ternyata merupakan pengalaman tersendiri yang sulit dilupakan.

Jalanan menuju TNB juga udh cantik banget. Pepohonan disela hijau hamparan rumput. Kata petugasnya, beginilah jika musim hujan. Jika musim kemarau, rerumputan itu mengering dan mati. Siklus alami di TNB.

iba di savana Begol, tidak ada satu ekor kerbau atau rusa yang nampak, hanya monyet yang berkeliaran. Nama Begol didapatkan dari pohon Begol yang menghuni savana ini.

Taman Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi (sebelah utara), Jawa Timur, Indonesia. Nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu Gunung Baluran. Taman nasional ini terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan.
sumber : Wikipedia

Dari Savana Begol, kami bergerak ke Pantai Bama. Pantai berpasir putih dengan hutan mangrove. Karena siang itu terik sekali, kami malas mengeksplor mangrove. Kami memilih keluar dari pantai Bama dan kembali ke Savana Begol dan bersiap untuk malam hari.

Kami putuskan menginap di sini, merasakan keheningan savana yang merayap perlahan di petang itu.


Malamnya kami dinner pisang goreng, yang entah kenapa rasanya lebih nikmat dari biasanya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *