18 Desember

Pagi-pagi sekali kami sudah bangun untuk melihat matahari terbit di Karang Beureum atau Karang Merah. Konon disebut begitu karena ada bagian karang yang berwarna merah. Sekitar jam 5.45 kami tiba di tempat, matahari sudah mulai naik.

Lalu Reka, salah satu driver ojek kami menawarkan bantuan untuk mengambilkan foto. Fotolah kami berempat

Reka juga menawarkan mengambil foto sendiri-sendiri. Ya sudah, mumpung ada yang mau, kami nurut saja.

Dari Karang Beureum, kami berpindah ke Karang Taraje.

Sebuah pantai yamg didominasi batuan yang strukturnya terlihat kompleks akibat proses subduksi di Selatan Pulau Jawa ini.

Sekali lagi Reka menawarkan untuk mengambil foto keluarga.

Juga foto berdua

Di Karang Taraje kami singgah agak lama, bukan hanya karena pemandangannya, tapi karena bakwan panas yang disediakan warung didekatnya😋😉.

Puas makan bakwan kami kembali truk, tanpa mandi😁, kami berkemas lalu bergerak menuju ke Sukabumi lewat jalur Selatan. Ditengah jalan kami singgah makan siang. Kebetulan ikan bakar, tahu dan tempe semalam masih banyak. Jadi kami makan siang sedap ditemani debur ombak laut Selatan. Selesai makan siang, kami singgah lagi untuk pencuci mulut: durian😁.

Oh ya, di tengah jalan menuju Pelabuhan Ratu, pc kami sempat kejungkel. Selain karena jalannya yang ekstrim naik turun, juga arena bautnya longgar. Kaca monitornya pecah😥. Mau tidak mau kami harus kembali ke Pondok Cabe dulu untuk memperbaiki.

Maghrib kami sampai di Cimangkok, rumah Bang Iwan, sepupu Ambu.

1 reply

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] ingat PC kita yang jatuh ketika dalam perjalanan pulang dari Sawarna tempo hari. Walaupun sudah dibawa ke ‘dokter‘ dan dinyatakan OK, ternyata setelah 3 […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *