21 November Sebagai pemegang lisensi ekaploitasi nikel, PT Vale memiliki kewajiban untuk menghijaukan kembali area bekas tambangnya. Prosesnya cukup rumit. Ketika membuka lahan untuk penambangan pertama kali, tanah permukaan  yang subur tidak dibuang begitu saja, melainkan disimpan untuk keperluan penghijauan kembali nantinya. Data mengenai jumlah dan jenis tanaman dicatat sebagai pedoman penghijauan. Di Nursery PT Vale dilakukan proses pembibitan untuk tanaman yang akan ditanam kembali. Ketika lahan sudah siap untuk dikembalikan ke kondisi asalnya, tanah pernukaan yang subur dikembalikan lalu ditanami bibit dari nursery. Hari ini kami dapat kesempatan untuk mengunjungi nursery. Macam-macam tanaman dikembangkan di sini. Selain pohon-pohon endemik, ditanam juga tanaman bernilai ekonomis seperti pohon gaharu. Kami sempat mencium aromanya dari secebis batang pohonnya yang dibakar. Sebuah aroma (selain rempah-rempah) yang dahulu kala menyebabkan para pedagang dari sejauh Eropa dan Timur Jauh, datang ke negri kita untuk mengangkutnya kembali ke negrinya. Selain pembibitan tanaman, di nursery ini juga dipamerkan mesin-mesin berat (yang sudah tidak terpakai) yang digunakan dalam proses penambangan. Karena untuk melihat langsung di dalam area pertambangan tentu saja tidak memungkinkan, maka di sinilah kita berkesempatan untuk menyentuh langsung mesin-mesin raksasa yang besarnya seperti dinosaurus ini. Siangnya kami dijemput Pak Yus dan makan siang di rumah makan khas Soroako. Ada kapurung, tepung sagu yang sudah dilarutkan dalam air panas sehingga bertekstur seperti lem yang dimakan dengan kuah udang yang rasanya segar asam. Ada bakwan dengan ikan teri basah dll. Terimakasih Pak Yus dan Bu Lina. Dari makan siang, Bu Lina mengajak kami makan cendol dan pisang ijo. Hampir meletus perut kami karena padatnya makanan siang itu. Siangnya kami istirahat di rumah Bu Lina. Malam harinya kami diajak makan malam sate paru di Kota Soroako. Sepulang dari makan, Pak Yus dan Bu Lina mengajak kami singgah di Expo Akademi Soroako. Kami sempat berbagi cerita mengenai perjalanan dengan teman-teman di ATS.
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *