13 November Wak Iyan memutuskan untuk tidak ikut ke Buton dan memilih tinggal bersama Moti di Kendari. Kapal ferry cepat menuju Baubau- Buton berangkat pukul 8 pagi. Pukul 7.30 kami sudah tiba di pelabuhan Kendari diantar si Moti. Perjalanan ke Baubau akan memakan waktu sekitar 5 jam-an. Supaya nyaman kami memilih kelas VIP seharga Rp 250,000 per orang, selisih 75rb dengan kelas ekonomi. Matahari bersinar terik luar biasa ketika kami tiba di Pelabuhan Baubau. Tidak banyak opsi kendaraan yang ada di pelabuhan ini. Kami menyewa sebuah kijang Innova yang akan mengantar kami untuk memilih hotel untuk menginap malam ini. Setelah check in, kami beristirahat sebentar lalu keluar untuk makan malam. Ternyata ada taxi online di Baubau. Kami memesan taxi untuk pergi ke pusat kota. Setelah makan malam kami jalan-jalan di sekitar pelabuhan. Di taman kota ada pasar malam. Selain penjual berbagai macam barang dan makanan, ada juga yang menyewakan wahana permainan untuk anak-anak. Ada mobil-mobil mini berbatere, komidi putar dll. Meriah dan ramai. Sepertinya masyarakat Baubau cukup makmur dan memiliki daya beli yang tinggi. Maklum, Baubau terkenal sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia Timur. Orang dari berbagai penjuru datang, transit dan berbisnis di sini.
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *