22 November Seperti biasa sekitar pukul 6, Pak Yus dan Bu Lina memanggil kami untuk sarapan. Menunya nasi goreng istimewa masakan Pak Yus. Pagi ini kami akan meninggalkan Soroako menuju Tentena. Di sebuah mesjid di Mangkutana kami berhenti untuk sholat Dzuhur. Perjalanan dilanjutkan kembali hingga hampir 3 jam sebelum kami berhenti untuk makan siang. Abah lalu bergantian menyetir dengan Wak Iyan. Sekitar pukul 4 jam kemudian, sekitar jam 7 malam kami sampai di Mesjid di Tentena. Ketika meminta izin untuk parkir pada pengurus mesjid, kami diminta bicara langsung dengan Kapolsek setempat yang kebetulan salah satu jamaah sholat. Akibatnya kami semua sak moti-motinya harus ke kantor Polisi. Mungkin mereka lebih waspada karena Poso adalah daerah bekas konflik. Sehingga lebih berhati-hati terhadap kehadiran orang asing.
Setelah Abah menerangkan siapa kami dan maksud kedatangan kami ke Tentena, kami lalu dibebaskan dan bisa kembali ke mesjid. Kami menginap di halaman mesjid satu-satunya di pusat Tentena.
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *