Jadi hari ke 13, tanggal 15 September lalu kami meninggalkan Kota Bengkulu menuju Curup. Kota sejuk sekitar 2 jam ke arah Timur Laut Bengkulu. Curup penghasil beras, sayur-sayuran dan kopi. Pemandangan perbukitannya indah adem seperti di Lembang, Bandung; kebun sayur dan kebun bunga . Curup adalah tempat transit sebelum kami lanjut ke Bangko, Jambi.

Kami parkir dan bermalam di Mesjid Agung Curup. Ketika sholat Maghrib kami bertemu sepasang suami istri dan puteranya. Ngobrol-ngobrol sebentar, kami diundang ke rumahnya tak jauh dari mesjid. Dari ngobrol-ngobrol kami tahu bahwa putera-puteri beliau berdua sedang mondok di sebuah pesantren tahfiz di Lampung. Setelah sekitar 1 jam kemudian pun pamit. Belakangan kami tahu dari saudaranya bahwa puteri beliau berdua sudah hafal 30 juz Al Quran, ditawari beasiswa ke Mesir dan sedang berencana membangun sekolah Tahfiz gratis di kotanya. Dan semua informasi keren ini tidak sedikit pun keluar dari mulut beliau berdua ketika kami ngobrol. Humbleness tingkat dewa. Semoga keluarga mereka senantiasa diberkahi oleh Allah SWT, tercapai semua cita-cita luhurnya. Amiin yra.

Pagi dini hari kami bersiap untuk berangkat ke Bangko, pintu gerbang menuju Merangin Geopark UNESCO. Untuk itu kami melintas 3 provinsi; Bengkulu, Sumatera Selatan kemudian Jambi. Menurut informasi dari kawan-kawan yang kami temui di perjalanan, jalanan di beberapa ruas tidak aman. Ada begal dan perampok yang tidak segan beraksi di siang hari. Kami juga dianjurkan untuk mengambil jalan memutar menyusuri pesisir Barat Sumatera yang artinya perlu 4 hari untuk sampai di Bangko. Rapat keluarga memutuskan untuk mengambil jalan Lintas Tengah Sumatera tentunya dengan persiapan matang untuk menghadapi resiko tadi. Truk bergerak keluar dari pekarangan masjid tepat pukul 7 pagi. Alhamdulilah tiba di Bangko pukul 1 siang tanpa hambatan apapun.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *