10 Januari

Satu hal yang kentara ketika truk mulai memasuki kota Surabaya adalah keasriannya. Bukan hanya bersih dan rapih, jalanan kota Surabaya rimbun oleh hijau pepohonan dan aneka rupa warna bunga. Tidak hanya jalan-jalan protokol, tapi sampai ke jalan-jalan non protokol. Semuanya rata terurus. Nggak heran, warga Surabaya cinta mati sama Walikotanya.

Nah, hari kedua di Surabaya kami ke Madura. Begitu tiba di ujung jembatan Suramadu, berasaaa sekali sudah keluar dari Surabaya. Jomplangnya ketara, man.

Yah begitulah, selain karena cerita dan pengalaman tidak menyenangkan mengenai pulau ini dari beberapa kawan dekat, kondisi lingkungan kotanya yang berbeda jauh dengan Surabaya, bikin kami ilfil untuk mengeksplor pulau ini.

Pepatah bilang, tak kenal, maka tak sayang. Maka demi mengenal lebih dekat, kami singgah di Museum Bangkalan yang MasyaAllah tidak terawatnya, mungkin museum terburuk yang pernah kami kunjungi, maaf yah warga Madura🙏

Dalam perjalanan keluar pulau, kami singgah di pusat batik Tresna Art. Unik dan tidak dimiliki daerah lain, batik Madura diwarnai dengan teknik khas yaitu dengan dimasukkan ke dalam gentong. Sehingga warna dan intensitasnya tidak dimiliki batik pesisir lain.

ini cuman patung, mirip batik beneran ya.

Dalam kitab nagarakertagama terutama pada tembang 15, dituliskan bahwa Pulau Madura semula bersatu dengan tanah Jawa, ini menujukkan bahwa pada tahun 1365an orang Madura dan orang Jawa merupakan bagian dari komunitas budaya yang sama.

Secara geologis Madura merupakan kelanjutan bagian utara Jawa, kelanjutan dari pengunungan kapur yang terletak di sebelah utara dan di sebelah selatan lembah solo.

Seperti halnya bangunan di Jawa, Madura juga punya gebyok dan rumah tradisionalnya mirip dengan rumah Jawa.

On the way pulang, kami singgah makan siang di Bebek Sinjay yang lagi ngehits. Seperti halnya batik gentong, cara penjualannya bebek sinjai ini juga beda dari yang lain. Menunya dikit, cuman bebek dan ayam . Keduanya disajikan sama: digoreng kremes. Makanan dijual satu paket dengan minumannya. Pilihan minumannya: Es Jeruk atau Es Teh. Kalau di restoran lain akan ada pelayan yang mendatangi meja, memberi menu dan menerima pesanan, maka di Bebek Sinjai, makanan dipesan counter. Setelah membayar kita akan diberi dua kupon, masing-masing kupon makanan dan kupon minuman. Kupon makanan ditukar di counter makanan, kupon minuman ditukar di counter minuman. Bebek dihidangkan bersama kremes, sambal pencit (mangga), lalab dan nasi.

Keluar dari Madura, kami melunasi janji pada Sabiya untuk mengunjungi Museum Pahlawan di Surabaya.

Salah satu museum terbaik yang pernah kami kunjungi👌. Informatif dan ‘decent’ banget.
Pertempuran Surabaya yang puncaknya pada 10 November 1945, merupakan pertempuran tentara dan milisi pro-kemerdekaan Indonesia dan tentara Britania Raya dan India Britania.

Sekutu yang sesumbar mengatakan akan memenangkan pertempuran dalam 3 hari, pada kenyataannya harus bertempur selama 21 hari.
Usai pertempuran ini, Britania perlahan berhenti membantu Belanda mendirikan kembali koloninya di Indonesia dan menjadi netral. Britania bahkan kemudian mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

#unlockingindonesiatreasure

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *