27-28 Januari

Keluar dari Tamblingan, kami mencari area kemping ke arah Timur. Dipilihlah Bukit Asah, Desa Bugbug, Karang Asem. Kami tiba menjelang Maghrib. Memilih antara tidur di kemah yang tersedia atau tidur di mobil. Akhirnya sepakat semua tidur di mobil. Truk diparkir di area parkir. Kami mebayar sejumlah biaya, jika tidak salah 20rb/org plus 30rb untuk biaya parkir. Jadi total 150rb untuk kami ber6. Sementara sewa tenda kalau tidak salah, 180rb/tenda. Walau tidak tidur di tenda, kami masih bisa memakai fasilitas toilet di area perkemahan.

Kawasan perkemahan Bukit Asah ini milik dan dikelola oleh Desa Adat Bugbug. Tempatnya cukup rapi dan terpelihara. Ada puluhan tenda yang disewakan sehingga pengunjung tidak perlu repot-repot bawa tenda sendiri.

Untuk makan malam, kami memesan ikan bakar dan sayur dari kantin.

Malam itu ambu dan Sabiya tidur berdua di kompartemen atas. AC yang sengaja diset 18°C, hampir tidak terasa saking panasnya😁.

Matahari terbit cantiik sekali di sini. Di kejauhan tampak puncak Gunung Agung yang memutih di puncaknya, jejak erupsi beberapa bulan yang lalu.

Kami menikmati sunrise sambil menikmati pisang goreng fresh from truk😁. Setelah semua mandi dan bebersih, kita siap berangkat ke Desa Muncan, untuk berjumpa dengan Pedanda Ida Bagus Talikup.

Di perjalanan kami foto-foto berlatar pemandangan Bukit Asah yang keren.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *