26-27 Januari

Kami bersiap pagi ini untuk melakukan perjalanan beberapa hari ke depan.

Tujuan pertama secara spontan ditentukan adalah Bedugul, Danau Buyan. Di tengah perjalanan kami singgah untuk mencicipi sate ikan lalu singgah lagi untuk mencicipi durian Bali. Dan ini untuk keduakalinya setelah Bude Anna ‘puasa’ durian sekian puluh tahun😊

Begitu sampai di area perkemahan Danau Buyan, ternyata mobil tidak bisa diparkir terlalu dekat dengan danau. Sementara lapangan parkirnya rimbun oleh pepohonan dan tidak ada pemandangan lepas ke danau. Akhirnya diputuskan untuk pindah ke Danau Tamblingan.

Ketika tiba di Danau Tamblingan, Pakde Bebe dan Abah memilih lokasi untuk parkir dan bermalam. Dipilihlah lokasi dekat danau. Mobil yang tadinya parkir sekitar 200 meter dari danau, dibawa mendekat ke danau. Apa daya, ternyata ban masuk ke area yang lunak dan ban belakang sukses terjebak di kubangan lumpur sama seperti ketika ke Dieng.

Berbagai cara dicoba termasuk memanggil truk engkel pembawa air yang kebetulan lewat. Tidak berhasil. Abah juga sempat melapor ke posko petugas. Alih-alih ditolong, malah dimarahi karena mengabaikan peringatan penjaga dan membawa mobil mendekati danau😁😋. Petugas lalu memberi nomor telpon Pak Putu, pemilik truk towing tidak jauh dari situ. Singkat cerita, setelah hampir 1 jam yang epik, akhirnya truk berhasil keluar. Kemudian diparkir kembali di tempat semula. Tepat ketika truk sudah terparkir manis, hujan turun. Suhu udara semakin dingin. Kami duduk di dalam mobil, minum susu coklat dan ubi kukus. Suhu semakin dingin walau tidak sedingin di sini.

Keesokan harinya, hujan masih saja turun. Tenda-tenda di sekitar kami kosong semua, penghuninya tidur dan menghangatkan diri di dalam mobil. Pakde Bebe buat sarapan bubur istimewa. Setelah foto-foto, kami pun bersiap untuk checkout dari Tamblingan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *