27 April

Pagi ini kami bersiap-siap hendak kembali ke Kupang. Ketika Ambu mau masak sarapan, kami kedatangan Ibu Flo dan Pak Max yang membawa pisang goreng dan seabreg oleh-oleh. Pisang goren dan obrolan seru jadi sarapan kami pagi itu. Ngomong-ngomong soal tamu kita pagi itu, Pak Max dan Bu Flo sama-sama keturunan Ambon tetapi berKTP Jogja. Keduanya sudah lama tinggal di Dilli. Kami bercerita seru tentang suka duka menjadi WNI di Timor Leste dan dinamika hubungan TL dan Indonesia.

Kami kembali menyusuri jalan berdebu yang konon sudah berbulan-bulan tak kunjung usai dirampungkan oleh kontraktor asal Tiongkok. Terimakasih Timor Leste, terimakasih untuk pelajarannya terutama mengenai rasa syukur bahwa kami masih menjadi bagian dari NKRI.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *