7-8-9-10-11-12 April

Kedatangan kami Dompu-Bima ini bertepatan dengan rangkaian Festival Tambora yang puncaknya akan digelar di savana Doro Ncanga tanggal 11 April. Festival Tambora pertama kali diadakan tahun 2015, dibuka oleh Presiden Jokowi dalam rangka memperingati meletusnya Gunung Tambora 200 tahun yang lalu, 11 April 1815.

Mumpung kami sedang di Sumbawa, demi menyaksikan puncak acara, maka kami kembali ke Doro Ncanga.

Doro Ncanga sudah dibersihkan ketika kami datang. Sebetulnya tidak ada sampah di sini, hanya kotoran sapi yang berserakan. Maklum sehari-hari tempat ini adalah feeding ground mamalia satu ini.

Kami sempat pindah tempat parkir beberapa kali karena ada banyak tenda-tenda didirikan untuk kepentingan festival. H-3 dan H-4 Doro Ncanga semakin ramai. Panitia membagi area dalam beberapa zona bagi memudahkan manajemen logistik. Ada area khusus puncak acara dimana panggung dan tenda VIP didirikan. Ada area perkemahan penduduk lengkap dengan toilet-toilet portable. Area perkemahan khusus pengisi acara yang jumlahnya ratusan orang lengkap dengan dapur umumnya. Area khusus penjaja makanan, dll. Kami hampir tidak mengenali lagi Doro Ncanga, padang savana sunyi yang tadinya hanya dihuni sapi dan kuda berubah menjadi area perkemahan massal yang hiruk pikuk.

Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya acara puncak Festival Tambora digelar juga. Dihadiri oleh Gubernur NTB, Bupati serta Staf Kementrian Pariwisata Pusat. Walaupun ada tarian kontemporer kolosal yang menceritakan kehidupan di Tambora, Doro Mantika yang dibawakan oleh 300 penari, selebihnya acara berupa hiburan rakyat pada umumnya. Tidak ditampilkan hiburan tradisional yang sebetulnya banyak dimiliki oleh masyarakat Mbojo.

Sore hari kami mengunjungi mata air Oi Rao. Mata air yang konon keluar dari bawah akar-akar pohon Rao. Air yang keluar ini tertampung di dalam kolam dangkal yang lebar di sekitar mata air. Airnya sejuk, bening dan menyegarkan. Penduduk sekitar memanfaatkannya untuk kehidupan sehari-hari. Ketika kami tiba ada yang sedang mandi dan mencuci pakaian. Bukan hanya manusia, bahkan motor dan truk pun mandi di sini.

Dari Oi Rao kami pulang ke Doro Ncanga dan menginap semalam lagi untuk keesokan harinya berangkat lagi ke Bima.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *