20 November Sewaktu kami meninggalkan Soroako minggu lalu, Pak Bupati mendadak mengajak kami bertemu dan tinggal lebih lama di Soroako. Akan tetapi kami tidak bisa memenuhi permintaan beliau saat itu dan berjanji akan kembali ke Soroako dalam perjalanan ke Utara. Janji kami penuhi, tapi Pak Bupati sedang ada kesibukan dan tidak bisa menemui kami. Selain dengan Pak Bupati, niat kami ke Soroako karena akan ketemu kembali dengan Keluarga Pak Yus dan Bu Lina. Hari sudah sore ketika kami tiba di Soroako. Kedatangan kami disambut Bu Lina dengan keceriaannya yang nggak pernah habis dan tentunya Kimi si kecil yang menggemaskan. Menjelang malam, Bu Lina memanggil tukang bakso dan kami rame-rame ditraktir bakso. Malam harinya kami diajak melihat proses pengolahan nikel dari jarak lebih dekat.
Memandangi dari luar hiruk pikuk pabrik pemurnian nikel. Menatap asap yang mengepul dan langit yang memerah ketika proses yang melibatkan suhu ribuan derajat sedang berlangsung. Memegang langsung sisa hasil pengolahan yang sudah dingin dan masih mengandung besi dan nikel. Sisa hasil pengolahan ini diangkut menggunakan kendaraan khusus karena suhunya masih sekitar 1500°C. Kami diajak makan di semacam pasar malamnya Soroako, hasil karya Lurah Lau Jiha. Tempat hang out muda mudinya Soroako. Hakim makan nasi kuning  Manado yang membuatnya jatuh cinta dan terobsesi untuk mencari nasi kuning setibanya di Manado nanti.
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *