17 September

Merangin Geopark adalah tempat yang selalu kami sebut-sebut berbulan sebelum perjalanan dimulai. Saya asyik membayangkan serunya menikmati sungai dengan fosil di tepiannya. Ternyata kenyataanya jauh lebih seru!

Pagi hari di Mesjid Agung Bangko, setelah mengangkat jack stand dan berkemas, kami ke Pasar Atas untuk sarapan. Pak Jabal, petugas dari Organizer Arung Jeram di Merangin akan menemui kami di situ. Perjalanan ke Merangin ditempuh dalam 1 jam. Begitu keluar dari jalan utama, jalanan mengecil dan masih berupa kerikil. Sesampainya di markas arung jeram, kami dibekali jaket pelampung dan helm serta plastik dan karet untuk handphone 😁.

Titik startnya dekat saja. Kami diajak pemanasan, berdoa dan membasuh muka dengan air sungai sebelum mulai. Di 15 menit pertama air masih tenang. Karena kemarau, air relatif surut dan bersahabat. Tak lama, pemandu bilang di depan adalah Jeram Amin. Arus air sungai semakin deras. Kedua pemandu di depan perahu mengambil posisi siaga dan dayung dikayuh lebih cepat. Tak lama, di hadapan perahu nampak jeram berupa turunan kurang lebih 1 meter tingginya, suara air berdebur kian keras. Pemandu perahu semakin kuat mendayung, perahu seperti tersedot ke tepi jeram dan tiba-tiba perahu seperti terjungkal ke depan, jatuh terhempas ke dalam jeram. Air tumpah ruah masuk ke perahu. Perahu berayun keras, berputar. Pemandu semakin kuat mendayung, cepat seperti kesetanan. Belakangan kami diberitahu begitulah teknik mendayung di dalam jeram, menahan perahu supaya tidak terjungal ke belakang, maka bagian depan harus mendayung kuat-kuat supaya perahu segera maju dan menghindari jeram di belakangnya. Tak lama air kembali tenang. Masih ada beberapa jeram lagi di depan, tapi Jeram Amin lah yang paling menegangkan.

Fosil pertama yang kami kunjungi adalah fosil pohon Araucarioxylon lengkap dengan akarnya yang berusia 300 juta tahun, lebih tua dari Dinosaurus! Fosil ini yang tertua di Asia.

Fosil berikutnya adalah fosil kerang yang tercetak di batuan lava sedimen yang berasal dari gunung api purba.

Ada juga fosil seperti kulit reptil yang tersebar di beberapa batuan di sebuah lokasi. Mungkin ini sekumpulan reptil yang sedang berjemur kemudian tiba-tiba entah banjir bandang atau apa menimpa mereka, sehingga terjebak dalam lumpur hingga berjuta-juta tahun kemudian bertemu kami di sini. Saya belum menemukan satu catatan pun mengenai fosil-fosil yang mirip kulit reptil ini.

Di tengah perjalanan kami singgah di Air Terjun Muara Karing, air terjun cantik di atas batuan dengan kemiringan landai.

Formasi batuan di Merangin ini disebut Mengkarang formation berumur Permian Paleozoic, sekitar 300jt tahun, dan lebih tua dari Sumatera Basin.

Tak terasa jarak 13km selesai dalam 3 jam. Ini adalah geological field trip pertama Hakim dan Sabiya. Mereka excited melihat fosil di tempat aslinya, bukan di museum.

#unlockingindonesiatreasure

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *