15 November

Hari terakhir di Bangka.

Sebelum meninggalkan Pangkal Pinang, kami singgah di Jembatan Emas.

Yaitu jembatan yang menghubungkan Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka, panjangnya 785 meter, dengan lebar 23 meter, membentang di atas aliran Sungai Pangkal Balam, wilayah Ketapang, Pangkalpinang.

Jembatan ini menggunakan teknologi bascule atau sistem buka tutup.

Gambar dari udara : sindo news

Sayang jembatan ini dioperasikan di waktu-waktu tertentu saja karena biaya operasional yang masih sangat mahal.

Dari Jembatan Emas kami lalu ke Sungai Liat. Sebelum ke pantainya, kami singgah untuk sarapan di Pauw’s, charming little cafe di tengah kota Sungai Liat. Walaupun kecil, menunya buanyaak sekali, ada kali 100 jenis makanan. Kopinya enak sekali. Kami makan banyak sekali di sini.


Dari The Pauw’s lalu kami ke Pantai Matras. Tidak jauh berbeda dengan saudaranya, yang kesohor lewat Novel Laskar Pelanginya Andrea Hirata, Bangka memiliki pantai-pantai yang tidak kalah cantiknya. Hamparan pasir putih dihiasi batu-batu besar persis seperti di Belitung. Sayangnya hari hujan dan Sabiya belum betul-betul sembuh. sehingga kami putuskan untuk segera ke Muntok lalu nyebrang kembali ke Palembang.