23 & 24 Januari

Setelah selesai berperahu menyusuri TNBB bagian Barat, kami bersiap untuk keluar dari TN menuju Denpasar. Sebelumnya kami singgah makan siang ayam betutu Gilimanuk dan ke Museum Manusia Purba.

Ternyata di Gilimanuk ditemukan fosil manusia sapiens berusia hampir 2000thn. Menurut Abang Hakim penamaannya keliru, seharusnya bukan “Manusia Purba” tapi Manusia Prasejarah/Prehistoric. Dan dibenarkan oleh guidenya, namanya sedang dalam proses perubahan.

Kami tiba di Denpasar setelah Maghrib. Rupanya Denpasar macet ketika jam pulang kantor. Kami putuskan menginap di hotel malam ini. Selain untuk beristirahat secara optimal, juga supaya tidak perlu mencari-cari tempat parkir di Denpasar.

Malam ini malam terakhir Mbak Aniel bersama kami. Besok, beliau akan terbang kembali ke Bandung. Maka, kami makan malam agak istimewa hari ini, di Hard Rock Cafe, yang merupakan pengalaman pertama buat Hakim dan Sabiya😄

Besok harinya kami checkout sambil mengantar Teh Aniel ke bandara. So long Teh, thank you for being part of the journey and… all the pretty family pics you’ve taken❤️❤️❤️.

Dari bandara kami ke Kuta dulu mencari sepatu Hakim dan tas Sabiya. Sepatu Hakim kebetulan sudah kekecilan. Sementara Sabiya memerlukan tas yang lebih besar guna dipakai jika kita harus berhari-hari jalan tanpa mobil dan menjadi backpacker seperti sewaktu di Nias dan Mentawai.

Dari Kuta, kami ke villa milik Mbak Icha di Jimbaran. Mbak Icha adalah kakaknya Mbak Oki dan Mbak Anna. Di villa, Mbak Anna dan Mas Bebe sudah menunggu. Mereka baru saja tiba dari Yogya. Mereka berangkat sehari sebelumnya menggunakan bis, untuk berjumpa kami di Bali. Senang sekali ada kawan yang akan menemani petualangan kami di Bali untuk beberapa hari ke depan. Petang harinya Mbak Anna dan Mas Bebe ngajak kami ke Kedonganan. Letaknya persis di samping Restoran-restoran Seafood Jimbaran yang terkenal akan harganya (yang muahal). Kedonganan sebetulnya pasar seafood, tidak jauh dari situ berjajar beberapa kedai yang membuka jasa pembakaran ikan/seafood dan menyediakan nasi beserta minumannya. Jadi kita belanja ikan dkk dulu di pasar, lalu pergi ke salah satu warung untuk dimasak dan di makan langsung di tempat. Total biaya yang dihabiskan jauuuh lebih murah dibanding restoran-restoran sebelah👍😄.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *