9 Februari

Pagi ini kami berempat terbangun dengan kepala pusing. Entah karena asap pembakaran genset yang masuk ke dalam truk selama kami tidur, atau karena makanan yang kami makan. Malam tadi kami makan sate di warung sate Madura tidak jauh dari situ. Apapun alasannya, sakit ini adalah peringatan bagi kami untuk lebih menjaga kesehatan.

Ketika Abah, Bang Hakim dan Sabiya sudah merasa mendingan, kami lalu bergerak ke Mirah Hotel tempat Abang Hakim akan panjat dinding. Ya, panjat dinding memang salah satu kegiatan Hakim selama homeschooling di Kuala Lumpur. Kebetulan sedang di Bali, Hakim ingin melenturkan kembali otot-ototnya.

Rupanya ada miskomunikasi antara kontak person kami dengan instruktur klubnya. Berbeda dengan informasi yang kami dapat sebelumnya, klub ini masih belum aktif, sehingga jika ingin berlatih, harus membuat janji terlebih dahulu. Sementara info yang kami dapat, Hakim bisa datang langsung tanpa membuat janji.

Setelah menunggu 2 jam, keinginan Hakim untuk berlatih kembali, tercapai. Ternyata vakum selama lebih dari 6 bulan membuat ototnya kaku. Perlu waktu untuk penyesuaian. Alhamdulilah, pelatihnya, Mas Andi, baiik sekali. Sabar dan telaten membimbing Hakim. Terimakasih Mas Andi.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *