15 Januari

Seperti janjian tadi malam, pagi buta ini kita berlima akan naik jeep untuk menanti sunrise dari Seruni View Point.

Jam 4 pagi kami dijemput, lalu naik jeep sekitar 10 menit dan di drop di jalanan menanjak menuju puncak. Jalan menanjak sekitar 15 menit (tergantung ketahanan napas dan lutut 😁) berujung di serangkaian anak tangga; jalanan sesungguhnya menuju puncak. Tangga ditempuh selama kurang lebih 15 menit, berujung di sebuah bangunan terbuka menghadap hampir ke segala penjuru. Sekitar 10 menit setelah menjejakkan kaki di anak tangga terakhir, langit mulai rekah. Semburat oranye mewarnai angkasa. Pelan-pelan gunung-gunung di kompleks Tengger menampakkan dirinya satu-persatu.

Bromo dan Kaldera Tengger terbentuk akibat aktivitas vulkanik diperkirakan 820,000 tahun yang lalu. Ledakan gunung api purba, Gunung Tengger (4000mdpl) selain membentuk lautan pasir, juga membentuk 5 puncak vulkanik baru; Gunung Widodaren, Gunung Watangan, Gunung Kursi, Gunung Batok dan Gunung Bromo.

Dari Seruni View Point, kami bergerak turun melintas padang pasir. Jalanannya yang biasa berdebu pasir, padat menghitam akibat hujan. Tak lama semak memenuhi pinggiran jalan. Hingga akhirnya jeep berhenti di sebuah padang.

Selain lautan pasir, Kaldera Tengger juga punya padang savana yang cantik, didominasi didominasi tumbuhan tanaman jenis pakis, ilalang dan si cantik statice, yang sering disebut juga sea lavender

Puas berfoto segala pose dan gaya, kami lalu ke Pasir Berbisik.

Kaldera Tengger diperkirakan memiliki luas 9x10km, terbentuk secara bertahap pada masa Pleistosen akhir dan Holosen awal, sekitar 2 juta tahun yang lalu.

Dan tibalah kami di tujuan akhir, cuman Abah yang naik ke kaldera. Sabiya, walaupun naik kuda ternyata nggak naik juga. Sementara Ambu da. Tante Aniel nunggu di bawah.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *