Pagi ini setelah sholat subuh, seperti dua hari kemarin Hakim menyiapkan sendiri sarapannya. Belum bosan, dia masih memilih telur dadar dan milo sebagai sarapannya. Ada momen menarik pagi ini yang cukup berharga bagi saya, yaitu Hakim memuji sendiri masakannya. “Uuuh enak banget nih Bu, telur dadarnya”, ujarnya. Saya geli campur terharu, dia sudah bisa menyiapkan makanannya sendiri sekaligus menikmatinya, tanpa bantuan orang dewasa sama sekali. Ini hal sepele sebetulnya, tapi sebuah pencapain buat Hakim yang sebelumnya terbiasa dibantu bahkan untuk hal-hal remeh. Dan halnya sebagai manusia menuju dewasa, memasak dan menyiapkan makanan sendiri adalah keterampilan dasar yang mutlak dimiliki seseorang.

Hari ini kami berencana menambahkan notebooking sebagai dalam rutinitas harian. Gunanya bagi Hakim adalah untuk menuliskan apa saja yang sudah dipelajari dan dipahami sekaligus sebagai rekaman pelajaran harian sehingga memudahkan proses evaluasi nanti.

Resmi sudah Hakim jadi remaja putus sekolah. Sudah dua hari ini, Hakim mulai belajar sendiri di rumah. Hari pertama kemarin dimulai dengan membuat jadwal harian, setelah sebelumnya Hakim belajar menyiapkan sarapannya sendiri yaitu telur dadar dan milo. Hakim memasukkan olahraga pagi, house chores, serta dua mata pelajaran sebagai kegiatan rutin setiap harinya. Selasa kemarin dimulai dengan Sejarah dan siangnya, Bahasa Inggris. Keduanya menggunakan Khan Academy sebagai media belajar utama. Untuk Sejarah, materi yang diambil dimulai dari jaman prasejarah. Begitu juga Bahasa Inggris, dimulai dari yang basic yaitu noun. Hakim bilang dia ingin memantapkan lagi pemahaman dasarnya.

Hari ini, hari kedua, kegiatan diawali dengan jalan dan bersepeda pagi di Titiwangsa. Dilanjut sarapan di Nasi Kandar Pelita. Sampai di rumah, Hakim terus mengambil laptop dan mulai belajar matematika umum di Khan Academy. Siang hari setelah tidur siang, dilanjut mempelajari peta dunia sebagai bagian mata pelajaran geografi. Hari ini Hakim belajar satu life skills baru yaitu belanja di grochery. Hakim belanja susu, roti, telur, cabe rawit dan minyak goreng.

So far, kami masih dalam fase de schooling. Melepaskan diri dari paradigma sekolah yang serba terstruktur dan serba disuapi. Sekarang, Hakim memilih sendiri pelajaran yang ingin dipelajarinya tanpa harus mengkhawatirkan target dan materi ujian. Selain itu, Hakim juga mempelajari life skills seperti masak, belanja grochery, house chores dll. Hakim juga mulai belajar soft skill seperti bagaimana berprilaku luwes di pergaulan sehari-hari dll. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar amin.